5 Jenis Bata Untuk Dinding di Indonesia

Batu bata merupakan salah satu bahan bangunan pembuat dinding. Seiring berkembangnya teknologi, penggunaan batu bata semakin lama semakin menurun. Di Indonesia material yang dipakai untuk dinding tidak hanya bata merah.

Apa saja jenis bata yang bisa digunakan untuk membangun rumah impian kamu? Mari simak!

1. Bata Merah

Batu bata merah dibuat dari tanah yang dicetak berbentuk balok persegi panjang dan dibakar dengan suhu tinggi sehingga menjadi benar-benar kering, mengeras dan memiliki warna yang kemerah-merahan hingga tidak dapat hancur lagi, bila direndam air.

Ukuran bata merah standar ialah: panjang 230 mm, lebar 110 mm dan tebal 50 mm dan mempunyai massa 3 kg/biji (umumnya). ata merah umumnya dipakai untuk bangunan rumah tipikal 1 s/d 3 lantai.

2. Bata Ringan

Sebagai alternatif material bangunan untuk mengurangi penggundulan hutan. Di Indonesia pertama kali diproduksi oleh PT Hebel Indonesia. Adonannya terdiri dari pasir kwarsa, semen, kapur, sedikit gypsum, air, dan aluminium pasta sebagai bahan pengembang (pengisi udara secara kimiawi).

Bata ringan baiknya untuk bangunan diatas 4 lantai keatas. Lebih ringan, sehingga struktur bangunan lebih tidak membebani dan transportnya ke lantai atas lebih mudah dan tidak melelahkan.

3. Bata Putih Kapur

Bata Putih ini biasanya hanya ada di daerah pantura Jawa. Sering dikenal dengan nama SAREN/KUMBUNG yang terbuat dari bebatuan bukit kapur dan di gergaji berbentuk balok. Ukuran dari Bata Kapur ini panjang 27 cm, lebar 12 cm dan tebal 8 cm. Harganya cukup terjangkau hanya 1000an per biji.

Bata Kapur ini bisa sebagai solusi untuk MBR dalam memiliki rumah karena harganya relatif murah.

4. Batako

Secara umum, batu bata batako terbuat dari campuran semen dan pasir kasar yang dicetak atau dipres. Konstruksi bangunan yang sering menggunakan batu bata batako di antaranya adalah gudang, pagar, dan pos jaga.

Batu bata batako kurang cocok digunakan sebagai tembok dalam rumah di daerah tropis seperti Indonesia. Kenapa? Bahan dari batu bata batako memiliki sifat menyimpan panas juga rentan terhadap keretakan dan benturan.

5. Bata Interlock

Adalah suatu ide untuk mempercepat proses pembangunan rumah. Sehingga dibuatlah bata merah yang berrongga dan seperti LEGO sehingga bisa bongkar pasang lebih cepat, lebih presisi dan otomatis hemat waktu.

Kekurangan dari bata interlock adalah Stok di Indonesia masih jarang dan terbatas juga harga lebih mahal.

Itulah 5 jenis bata yang sering digunakan di Indonesia. Di Granada Property biasanya kami sering menggunakan Bata Ringan, Bata Merah, dan Bata Putih dalam pembuatan dinding rumah.

Kalian boleh tengok-tengok ataupun jalan-jalan di 9 lokasi perumahan kami untuk melihat ekosistem yang kami ciptakan.

Bantu teman-teman kalian mengetahui informasi ini dengan cara share artikel ini ke facebook.

Granada Property
“Hunian Modern Cita Rasa Kearifan Lokal”

Tagged with:

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat