Mengapa Berinvestasi di Bisnis Property?

WHY TO INVEST?
WHY TO INVEST?


Beberapa alasan mengapa kita perlu berinvestasi di bisnis property:

1. Tuhan tidak menciptakan bumi yang kedua

Bumi tercipta hanya 1 kali artinya lahan yang ditempati property sangat terbatas. Kapan pun luas itu tentu tidak akan pernah bertambah. Maka tidak aneh bahwa lahan menjadi rebutan banyak pihak dan nilai property terus meningkat mengikuti hukum ekonomi.

2. Kontrol ada di tangan anda

Mari lihat instrumen investasi di pasar paham. Bisakah anda mengontrol pasar? Tentu tidak, karena harga saham sepenuhnya tergantung pada kemauan pasar.

Bagaimana dengan emas? Kata orang, emas merupakan salah satu portofolio investasi yang sangat aman dan menjanjikan. Harganya setiap tahun selalu meningkat. Benar, tetapi pertanyaannya adalah apakah anda bisa mengontrol harganya? Tentu tidak. Harga emas tergantung pada pergerakan pasar.

Bandingkan dengan investasi property. Sebagian besar control ada di tangan anda! Harga jual bisa anda atur. Bisa dinaikkan dengan tindakan tertentu, atau bisa diturunkan pada kondisi lainnya. Property juga dapat menghasilkan uang tanpa harus di jual. Anda bisa menyewakan atau melakukan refinancing terhadapnya.

3. Terlindung dari inflasi

Dari tahun ke tahun nilai investasi property tidak pernah turun. Property selalu menempati nilai lebih tinggi daripada inflasi. Bandingkan dengan deposito, bunga deposito sering kali lebih rendah daripada inflasi.

4. Nilai naik terus secara konsisten

Nilai property cenderung akan terus naik. Seandainya property yang di beli di diamkan saja, tidak di renovasi. Nilai property tersebut dari tahun ke tahun pasti tetap naik berlipat-lipat.

5. Property senilai 100 hanya dibayar senilai 10

Untuk menguasai asset property kita hanya bisa membayar DP saja, sisa cicilan akan bisa tertutupi dari nilai asset tersebut.

6. Bank sangat suka dengan pinjaman investasi property

Bank tahu persis bahwa resiko investasi property lebih rendah daripada jenis investasi lainnya. Ini terbukti dengan lebih rendahnya bunga kredit property dibandingkan dengan kredit lainnya. Jangka waktu pinjamannya pun jauh lebih panjang.

7. Orang kaya berinvestasi property

Banyak pengusaha di bidang non property yang berinvestasi property. Salah satu contohnya adalah Ray Kroc, pemilik McDonald. Jaringan franchise asal Amerika ini memang menjajakan makanan cepat saji. Namun, dibalik itu ternyata perusahaan itu justru berinvestasi di property.

 

Tinggalkan Balasan