KISAHKU MENJADI KULI DI RESTORAN PAK TUA

Banyak juga dari mereka yang berkeinginan bekerja disini. Sama seperti saya yang hingga saat ini masih menikmati untuk mengais rupiah di tempat yang fancy ini.

Bagi generasi seperti saya ini bekerja step-by-step adalah suatu keharusan. Saya memulai bekerja di restoran ini mulai dari bawah.

— MENGUKUR JALAN —

Sekitar tahun 2003 saya berangkat dari sebuah kota kecil di ujung barat jawa timur guna memperbaiki ekonomi keluarga.

Berbagai bursa kerja dari berbagai kota sudah saya datangi, berbagai bentuk amplop sudah pernah kukirim lewat pos namun belum ada yang berminat dengan skill saya.

Sempat putus asa, ingin rasanya menyerah. “Kenapa mencari kerja ini sulit sekali”. Beruntung orang tua selalu memberikan semangat kepadaku saat drop seperti waktu itu.

“Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah” itulah sebuah peribahasa yang sering kita dengar betapa berkilaunya hati orang tua.

Akhirnya sebuah kesempatan itu datang. Saya mendapatkan telefon dari sebuah perusahaan yang berada di provinsi J.

Inilah awal karir saya bergelut di sebuah perusahaan F&B terbesar di Indonesia.

Tak lupa “salim” kepada orang tua sebelum memulai petualangku. Doa baik kepada kedua orang tuaku, berkat Tuhan dan merekalah saya bisa menjadi manusia sempurna seperti sekarang.

— BELAJAR DARI RAHIM IBU SAMPAI LIANG LAHAT —

Saya mengawali bekerja di sini sebagai staff operation yang di tempatkan di daerah J.

“Always put a big “Yum!” on every customers’ face” adalah nilai yang selalu ditanamkan kepada setiap karyawan dari yang level tertinggi hingga level terbawah.

Sebagai staff operation saya diwajibkan untuk belajar tentang Cleanliness, Hospitality, Accuracy, Maintenance, Product, dan Speed of Services.

Semua hal itu harus saya capai hingga mendapatkan sebuah nilai yang bisa make customer faces happy.

Sebagai orang yang berangkat dari desa, awalnya saya sedikit mengalami kesusahan untuk beradaptasi dengan budaya kerja yang di tuntut serba cepat dan berkualitas.

Akan tetapi disini banyak teman-teman baik yang selalu mengajarkan dengan iklas, membimbing, dan mendisiplinkan saya hingga membuat saya betah untuk bekerja disini.

— SEKALI MERENGKUH DAYUNG, DUA TIGA PULAU TERLAMPAUI —

Digembleng dengan berbagai tool membuat saya dapat mencapai posisi yang lumayan plus di berikan tanggung jawab lebih untuk memimpin tim. Akhirnya saya di tugaskan untuk memimpin restoran di cabang pulau K.

Dengan semangat muda yang ingin berpetualang keliling Indonesia membuat darah saya memanas ingin segera cepat-cepat pindah kesana. Saya berterima kasih pada semua crew yang membimbing saya selama meniti karir di awal.

Ilmu yang saya pelajari selama di provinsi J saya terapkan di restoran cabang ini hingga bisa menjadikan cabang ini lebih baik dari sebelumnya. Selanjutnya saya di amanahi untuk mengelola restoran yang di provinsi G.

Kau tau kau begitu ingin bersamaku! Karena aku pun juga ingin bersamamu Tapi tak semudah itu jadi pemimpinku Jika baru sesaat kau jalan denganku. Buktikanlah kau cinta padaku dan ku ingin lihat kesungguhanmu.

Seolah merasa tertantang dengan sesosok wanita yang mengucapkan bait itu, membuat saya semakin semangat bekerja untuk bisa meyakinkannya agar saya bisa menjadi pemimpinnya. Usaha tidak pernah menghianati hasil, dan ditahun itu akhirnya dia kumiliki.

— SEPARUH PERJALANAN HIDUP —

Separuh hidup kami jalani berdua di tanah perantauan, hingga dikasih momongan yang selalu menyegarkan semangat tiap kali pulang kerja.

Kadang kala kami bingung untuk memutar keuangan keluarga. Bukannya kami dalam kondisi kekurangan, tapi bingung untuk membelanjakannya.

Ingin dibelikan aset ini sayangnya di tanah perantauan. Akhirnya sebagian upah dari hasil kerja kami gunakan lebih untuk kegiatan entertain dan dikasihkan orang tua di kampung.

Dengan usia yang mendekati kepala empat rasa jenuh akhirnya muncul juga. Ingin sekali kami tinggal dan bekerja di tanah kelahiran. Walaupun sebenarnya banyak ilmu yang saya dapat disini. Di tanah perantauan mengajarkan kami menjadi individu yang kuat dan belajar bertoleransi antar ras yang berbeda.

— DOA YANG TERJAWAB —

Kesempatan itu akhirnya tiba, doa kami akhirnya terjawab olehNya. Saya mendapatkan tugas untuk mengelola restoran yang berada di kota S. Kami sekeluarga merasa sangat senang. Apalagi kota ini hanya berjarak 2 jam dari kampung halaman kami.

Dengan kenaikan gaji yang cukup lumayan, impian kami untuk mempunyai sebuah aset hampir terwujud. Istri semakin bersemangat untuk mengumpulkan lembaran-lembaran flyer dan menghubungi nomer yang tertulis disana.

Tapi sayang belum ada yang cocok dengan hati istri. Saya ini sebenarnya jika memilih sesuatu apalagi yang berhubungan dengan sesuatu yang itu menjadi sebuah rutinitas untuk istri pokoknya manut sama istri. Hhe

Dikantor ada issue yang mengatakan bahwa ada seorang pengusaha di kota kelahiran akan membeli restoran seperti ini dan membukanya disana. This is a best moment for us. Saya langsung mengajukan diri untuk ditempatkan disana. Dan….

— KERUCUT TUMPENG KEHIDUPAN —

Yeah akhirnya apa yang keluarga kecil ini impikan terwujud. Anak-anak juga senang karena bisa berkumpul dengan kakek neneknya. Dengan usia yang setitik lagi menjadi kepala empat, rasanya ada yang kurang.

Dengan waktu kerja yang panjang rasanya rumah saya hanya restoran ini. We dont have another house. Saya dan istri baru tersadarkan bahwa kita belum memiliki aset rumah yang nantinya bisa diwariskan kepada anak-anak.

Mau tidak mau, besar atau kecil, murah atau mahal, pokoknya di tahun politik ini kita harus punya rumah titik. Itu yang sering di bilang istriku. Dimulailah perburuan kami untuk mencari a real house.

Iklan di facebook, instagram, olx, flyer, baliho kami lahap semuanya. Banyak penawaran yang bermacam-macam, tapi ada satu yang mengusik hati. Ada satu developer yang iklannya dimana-mana, promonya banyak, dan marketingnya asik.

Kami datangilah kantor perumahan GRANADA PROPERTY dan mengajak salah satu marketingnya untuk melihat contoh rumahnya. Ternyata rumahnya punya DESAIN KEREN, MATERIAL BAGUS, dan LINGKUNGANNYA ASRI.

Istri langsung say yes say yes, dan memutuskan untuk booking. Di tengah perjalanan proses pendataan terdapat sedikit kendala, tetapi TIM GRANADA PROPERTY BISA MEMBANTU MENGATASINYA. Ini adalah pengalaman membeli sesuatu yang sangat menyenangkan bagi kami.

Saya hanya fokus bekerja dan TIM GRANADA yang mengurusi semua dokumen dan prosesnya. Beberapa waktu kemudian saya akhirnya bisa menempati A REAL HOUSE bersama keluarga tercinta. Anak dan istri saya menjadi semakin sayang dan bangga dengan saya.

NOW I HAVE 2 HOUSE, COLONEL SANDERS RESTAURANT and MONDOKAN ASRI by GRANADA PROPERTY

Tinggalkan Balasan