5 HAL KONSUMTIF YANG HARUS DIHINDARI OLEH KARYAWAN BARU

Apakah anda seorang pegawai baru? Bagus, anda beruntung bisa membaca ini. Karena tulisan ini bisa anda jadikan untuk peganggan dan motivasi untuk lebih mapan dan nyaman di masa depan.

Konon katanya di negeri +62 adalah target pasar negara-negara maju dan berkembang. Dengan ciri khas masyarakatnya yang konsumtif sudah banyak produk-produk asing yang membanjiri pasar di negara ini.

Untuk anda yang sudah mendapatkan kerja, anda patut waspada karena anda sudah masuk dalam pasar mereka. Bagaimana cara menghindarinya 5 hal itu? Simak slide berikut.

1. HUTANG KONSUMTIF
Dengan gaji sistem payrol maka pihak bank pasti akan mengetahui berapa saldo dan gaji yang anda dapatkan tiap bulan. Pasti sering kan kalian di telfon untuk penawaran KTA, kartu kredit, asuransi dan kredit konsumtif lainnya?

Mungkin jika dipikir jangka pendek pastinya anda akan mampu untuk membayar cicilan tiap bulannya. Walaupun sejatinya anda tidak membutuhkan itu semua. Sudah banyak yang terjebak dengan lingkaran hutang KTA, kartu kredit, dan tertipu dengan asuransi seperti ini.

Para ahli perencanaan keuangan banyak yang tidak menyarankan untuk mengambil kredit seperti ini. Waspadalah!

2. MOBIL
Untuk saat ini lambang kemakmuran seseorang di Indonesia adalah memiliki mobil.

Walaupun cara memilikinya dengan jalur hutang.
Walaupun sebenarnya menambah pengeluaran.

Alih-alih membelanjakannya untuk kebutuhan primer, demi gengsi sesaat malah dibelikan barang yang nilainya turun.
Jika angsurannya sudah lunas, dijual dan hasil penjualannya di gunakan untuk DP kredit yang baru gara-gara menuruti gengsi.

Begitu seterusnya, dan kejadian seperti ini di negara berflower buanyak. Waspadalah!

3. HP CANGGIH
Sudah banyak cerita orang rela antri berjam-jam untuk membeli HP canggih. Bahkan ada yang tiap tahun membeli handphone sebanyak 3 kali bahkan lebih.

Fenomena ini mungkin terlihat seperti mengeluarkan uang dalam jumlah kecil, tapi coba kita hitung dalam setahun. Berapa juta angka yang kalian belanjakan?

Cobalah dipikirkan ulang jika ingin membelinya. Apakah fitur dari handphone itu bisa menghasilkan uang dalam waktu cepat? Atau malah tidak bisa menunjang produktifitas kerjaan kalian?

4. PAKAIAN BRANDED
Memang pakaian branded bisa membuat orang merasa menjadi “siapa”. Bisa membuat gengsi semakin meningkat dan harga diri seakan semakin tinggi. Namun, coba cerna lagi yang mahal itu merk nya atau produknya?

Tidak ada yang melarang kalian untuk membeli “brand new”. Sah-sah saja hasil keringat kalian belanjakan untuk menunjang fashion apalagi bagi yang kebutuhan primernya terpenuhi. Namun, sangat salah jika kebutuhan fungsional sandang, pangan, papan belum terpenuhi malah membelanjakannya untuk membeli produk “luxury”.

5. MAKAN DI RESTO
Jika profesi kalian mengharuskan menjamu klien atau rekan di resto kalian merupakan orang yang cerdas dan menghargai klien. Tetapi jika gaji hanya 5 jutaan percayalah uang anda tidak akan cukup hingga tanggal 20.

Kebiasaan buruk yang sering dilakukan orang-orang adalah makan dengan cara “gesek” di restoran fancy. Hal ini akan memperlambat goal bagi orang-orang yang bergaji rendah.

Kalau udah kerja puluhan tahun sih tidak masalah ya untuk sering makan di restoran.

Nah itu dia 5 pemborosan dan jiwa konsumtif yang sering dilakukan para karyawan baru. Ada suatu wisdom baik yang bisa anda pikirkan baik-baik. Belilah karena fungsionalitas bukan beli karena gengsi ataupun lifestyle. Karena jika lifestyle itu sudah tinggi maka akan sulit sekali untuk diturunkan.

Jangan besar pasak dari pada tiang.
Berakit rakit kehulu berenang ketepian
Membeli rumah dahulu, beli mobil kemudian
Kebutuhan pokok dahulu, gaya hidup nomer sekian

Karena kebutuhan pokok itu: Sandang, Pangan, Granada

DP SUKA-SUKA, ANGSURAN PILIH AJA
CASH LEBIH MURAH, PUNYA RUMAH LEBIH BAHAGIA

Kalian mau kami bantu untuk punya rumah? WA 081217203342

Granada Property
“Hunian Modern Cita Rasa Kearifan Lokal”

Tinggalkan Balasan